Selasa, 03 Januari 2012

NOPEMBER DAN KAMU

Nopember itu ya kamu, kamu yang mengajarkanku banyak hal, senyum, canda, tawa, dan air mata. Semua rasa itu telah mengajarkanku tentang sebuah ketulusan, tepatnya “ketulusan mencintaimu tanpa mengharapkan kamu mencintaiku juga”.

“ hei, hmm, mmm, lg pa?, Siro... ” kamu masih ingat kata-kata itu, ya... itu kata-kata yang sering kamu gunakan di setiap pesan singkatmu. Apa kamu tau aku rindu semua itu, semua kata yang membuat bibir ini tersipu malu, semua tingkah yang menjadi sebab bahagiaku dan sebuah panggilan sayang yang melekat di benakku. Semua itu tak ada lagi sekarang. Semuanya telah hilang, kamu bukan lagi seseorang yang Nopember aku kenal, yang mengajarkanku apa itu hidup, hidup yang tak selalu bergantung kepada orang lain tapi tetap membutuhkan orang lain. Jujur aku begitu mengagumimu, karena setiap kata yang terucap dari mulutmu adalah kebaikan buatku, kebaikan untuk merubah sifat manjaku, dan sampai akhirnya muncul satu rasa yang sebelumnya tak pernah ku sangka, “Aku Mencintaimu” bahkan lebih mencintaimu jauh dari perkiraanku.

Tapi….ada satu hal yang menyadarkanku untuk tak berharap aku bisa memilikimu. Yeah… “dia”, dia yang sangat kamu sayangi, dia yang selama hampir 3 tahun menemanimu, dan dia yang telah menjadi bagian hidupmu. Dan saat ini aku tak bisa membohongi diriku sendiri, aku tak menyukainya, aku tak inginkan dia yang kamu cinta, dan kalau bisa memutar waktu, aku ingin kembali ke masa lalu, di saat kamu mempunyai perasaan yang sama sepertiku saat ini, memang benar, penyesalan selalu datang terlambat. Semakin aku kehilanganmu semakin menyadarkanku bahwa ternyata cintamu semu dan sementara, karena pada akhirnya kamu tak bisa menjaga perasaanku dengan semua perhatian dan kasih sayang yang kamu tunjukkan untuknya. Seandainya kamu tau setiap harinya aku merasakan perih di sini, dihati ini yang seharusnya kamu jaga.

Apa kesalahan itu ada dalam diriku yang tak paham akan arti kebaikanmu atau mungkin kamu yang hanya menjadikanku sebagai tempat persinggahanmu saja, entahlah… aku sendiripun tak mengerti, semakin aku memikirkannya semakin tak terjangkau oleh logikaku. Tapi aku mengerti beberapa  hal yang sebelumnya tak pernah aku pahami, ternyata ketulusan itu tidak harus selalu dibalas dengan ketulusan, dan kebahagiaan itu tak selalu di dapatkan dengan mudah, perlu perjuangan yang keras untuk mendapatkannya, begitu juga dengan yang aku alami saat ini, mungkin kamu belum saatnya untuk ku miliki, tapi suatu saat nanti jika memang kamu sudah di takdirkan untukku, kamu akan datang padaku, aku percaya itu. Aku seperti ini bukan berarti aku mengalah, aku hanya memberikanmu kesempatan untuk bahagia bersamanya. karena cintaku adalah apa adanya kamu. dan suatu saat nanti Aku akan menemukan seseorang sepertimu....

"nevermind i'll find someone like you
i wish nothing but the best for you
dont forget me, i beg, i remember you say
sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead"