Sabtu malam yang aneh, ketika aku sibuk dengan tugasku, kala itu muncul sebuah pesan singkat dari sebuah nomor baru, that's right, itu kamu "My love devil", sebuah perkenalan singkatpun terjadi, sebenarnya mungkin lebih tepat di sebut perkenalan yang dulu sempat tertunda. Aku yang saat itu hanya menganggap kamu sebagai seseorang yang layak di hormati dengan sekejap berubah menjadi seseorang yang sangat aku sukai....ya, that's you ! entah apa yang terjadi, semua itu berlalu begitu cepat sampai akhirnya kamu menjadi seseorang yang selalu ada di pikiranku, seseorang yang menjadi sebab senyum dan tangis di wajahku...Seseorang yang mampu merubah duniaku.
Hari-hari pun ikut mengikuti kisahku, begitu juga kamu, lambat laun kamu pun tak dapat menyembunyikan perasaanmu, sampai akhirnya d suatu malam yang hening saat semua orang telah terlelap dalam tidurnya, telponku bergetar, ternyata itu kamu, kamu yang aku harapkan....' dengan senyum bahagia aku buka pesan singkat darimu, tanpa pikir panjang aku langsung menelponmu. Seperti biasa kamu selalu menghadirkan tawa di sela-sela percakapan kita, sampai akhirnya aku tersontak oleh satu pertanyaan yang sebenarnya aku tau cepat atau lambat kamu akan menanyakan hal itu. "Apa kamu mencintaiku?", dengan nada ragu aku menjawab iya, meskipun sebelumnya sempat aku mengelak. Tapi kamu terus mendesaknya, dan aku tak bisa untuk menghindar lagi. Begitupun kamu mengungkapkan isi hatimu, bahwa kamu punya perasaan yang sama, hanya saja ada satu alasan yang membuat kita tidak bisa menyatu, ada seseorang yang telah mengisi hari-harimu sebelum aku. Memang menyakitkan, tapi aku coba tetap tersenyum karena itu adalah resiko yang harus aku tanggung. Sebelumnyapun aku menyadari posisiku, aku hanyalah orang ketiga di antara kalian, tapi hati ini tak bisa di bohongi, aku masih ingin bersamamu maskipun aku tahu kau bersamanya, aku ingin mempertahankan hubungan ini, hubungan yang seharusnya tak ada."Tak peduli apa anggapan orang lain, yang ngerasain itu kita bukan orang lain" itu yang terucap dari mulutmu saat itu, sehingga aku yakin untuk menjalani hubungan ini.
Dan sekarang semuanya terasa semu, kepercayaanku mulai terkikis oleh setiap tingkahmu. Keraguan dan kepercayaan itu mulai seimbang, hingga aku tak dapat membedakannya lagi. Tapi jujur sampai sekarang aku tetap mencoba untuk positif thinking terhadap semua tingkahmu yang buatku kecewa, mungkin itu memang sifatmu, dan aku yang terlalu meresponnya berlebihan, selalu aku berharap ada sesuatu darimu yang membuat senyum di wajahku lagi. Aku percaya itu, mungkin waktunya saja yang belum tepat untukmu menunjukan itu... Tapi kalopun akhirnya itu tak terjadi, aku tak akan menyesal telah mengenalmu, aku tak akan menyesal pernah menjadi seseorang yang kamu sayangi dan aku tak akan menyesal telah mencintaimu berlebihan... Terima kasih pernah menjadi bagian dari hidupku, "I MISS YOU"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar