Hai kamu yang disana yang
entah merindukan aku atau tidak, hari ini hujannya begitu deras yah?
apakah disana juga, semoga iya. Karena aku ingin menunjukan sebagian kesakitan
yang aku simpan selama ini, hujan ini seolah menumpahkan sebagian kesakitanku
ketika ku merindumu, Apa kamu bisa mengerti sekarang? Atau sebenarnya kamu
telah mengerti sejak lama? hanya saja kamu berpura-pura untuk tak mengerti
kesakitanku. Kamu pandai bersandiwara, kamu pandai menutup semua kesedihanku
dengan rapi... Ketiadaan wujudmu yang sering menggangguku ini membuat hati seolah
tak begitu tenang setiap waktunya. Untuk berharap kamu memberi kejutan itu
sudah tak mungkin lagi bukan? Tapi setidaknya aku mendapatkan satu kata
kepastian dan itu sudah lebih dari cukup untuk menutupi luka-luka ini....
Bukankah semalam kamu baru saja berucap " Meskipun aku tak ada di
sampingmu, tapi sesungguhnya aku merindukanmu... Bukannya aku tak ingin
bertemu, tapi keadaannya memang belum memungkinkan untuk itu, satu hal yang harus
kamu tau, ketika kita saling bertemu aku selalu sulit untuk menggerakan kakiku
dari tempatmu, aku juga merasakan selalu ingin bersamamu, aku tak ingin ada
jarak antara kita, tapi aku selalu sadar bahwa aku ingin membawamu ke masa
depan yang lebih baik dan bukan seperti ini, aku ingin menjadikanmu seseorang
yang paling bahagia ketika nanti kita hidup bersama, dan saat ini aku sedang
berusaha untuk itu, aku sedang takmain-main dengan masa depan kita. AKU SAYANG
KAMU". Rasanya sejauh kita melangkah, itu adalah kata-kata terbaik yang
pernah kamu ucapkan. Aku tersenyum bahagia mendengar itu. Dan setelah itu kamu
bertanya berapa lama kita tak bertemu dan aku menjawab satu abad, kamu tertawa
dengan polosnya terdengar di telingaku, lalu kamu menanyakannya sekali lagi
padaku dan aku menjawab itu sudah tiga minggu saat kita bertemu terakhir kali.
Yah itu benar Tiga minggu yang dilalui terasa satu abad yang harus aku lewati
jika itu tanpa kamu. Rasanya kalimat itu terdengar begitu alay seperti anak SMA
yang baru merasakan indahnya cinta. Tapi percayalah itu yang sejujurnya aku
rasakan, karena aku tak selalu peduli dengan komentar orang lain. Kadang cinta
itu memang childist, tapi itulah cinta. Tak selalu memandang usia, tak selalu
memakai logika :). Jika cinta bisa membuatku bertahan seperti ini, aku sungguh
yakin bahwa kamu memang pantas untuk aku pertahankan. Dan inilah diriku dengan
semua hal yang aku lakukan sekarang hanya semata-mata untuk mempertahankan apa
yang pantas aku pertahankan. Mungkin ini adalah saat dimana aku belajar untuk
bisa menunjukan bahwa aku memang patut menjadi seseorang yang pantas
mendampingi masa depanmu nanti. Bukankah sedikit ketidaknyaman di awal ini akan
mengurangi banyak rasa sakit kedepannya J.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar