Nopember itu ya kamu, kamu yang mengajarkanku banyak hal, senyum, canda, tawa, dan air mata. Semua rasa itu telah mengajarkanku tentang sebuah ketulusan, tepatnya “ketulusan mencintaimu tanpa mengharapkan kamu mencintaiku juga”.
“ hei, hmm, mmm, lg
pa?, Siro... ” kamu masih
ingat kata-kata itu, ya... itu kata-kata yang sering kamu gunakan di
setiap pesan singkatmu. Apa kamu tau aku rindu semua itu, semua kata yang
membuat bibir ini tersipu malu, semua tingkah yang menjadi sebab bahagiaku dan
sebuah panggilan sayang yang melekat di benakku. Semua itu tak ada lagi sekarang.
Semuanya telah hilang, kamu bukan lagi seseorang yang Nopember aku kenal, yang
mengajarkanku apa itu hidup, hidup yang tak selalu bergantung kepada orang lain
tapi tetap membutuhkan orang lain. Jujur aku begitu mengagumimu, karena setiap
kata yang terucap dari mulutmu adalah kebaikan buatku, kebaikan untuk merubah
sifat manjaku, dan sampai akhirnya muncul satu rasa yang sebelumnya tak pernah
ku sangka, “Aku Mencintaimu” bahkan lebih mencintaimu jauh dari perkiraanku.
Tapi….ada satu hal yang menyadarkanku untuk tak berharap aku bisa memilikimu.
Yeah… “dia”, dia yang sangat kamu sayangi, dia yang selama hampir 3 tahun
menemanimu, dan dia yang telah menjadi bagian hidupmu. Dan saat ini aku tak
bisa membohongi diriku sendiri, aku tak menyukainya, aku tak inginkan dia yang
kamu cinta, dan kalau bisa memutar waktu, aku ingin kembali ke masa lalu, di
saat kamu mempunyai perasaan yang sama sepertiku saat ini, memang benar,
penyesalan selalu datang terlambat. Semakin aku kehilanganmu semakin
menyadarkanku bahwa ternyata cintamu semu dan sementara, karena pada akhirnya
kamu tak bisa menjaga perasaanku dengan semua perhatian dan kasih sayang yang
kamu tunjukkan untuknya. Seandainya kamu tau setiap harinya aku merasakan perih
di sini, dihati ini yang seharusnya kamu jaga.
Apa kesalahan itu ada dalam
diriku yang tak paham akan arti kebaikanmu atau mungkin kamu yang hanya
menjadikanku sebagai tempat persinggahanmu saja, entahlah… aku sendiripun tak
mengerti, semakin aku memikirkannya semakin tak terjangkau oleh logikaku. Tapi
aku mengerti beberapa hal yang
sebelumnya tak pernah aku pahami, ternyata ketulusan itu tidak harus
selalu dibalas dengan ketulusan,
dan kebahagiaan itu tak selalu di dapatkan dengan mudah, perlu perjuangan yang
keras untuk mendapatkannya, begitu juga dengan yang aku alami saat ini, mungkin
kamu belum saatnya untuk ku miliki, tapi suatu saat nanti jika memang kamu
sudah di takdirkan untukku, kamu akan datang padaku, aku percaya itu. Aku seperti ini bukan berarti aku mengalah, aku hanya memberikanmu kesempatan untuk bahagia bersamanya. karena cintaku adalah apa adanya kamu. dan suatu saat nanti Aku akan menemukan seseorang sepertimu....
"nevermind i'll find someone like you
i wish nothing but the best for you
dont forget me, i beg, i remember you say
sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead"
Adele- someone like you..
BalasHapussetelah hujan badai pun pasti muncul pelangi kan? percaya deh.
sebelum kenal dia kita bahagia kan? setelah kenal dia kita lebih bahagia, dan ketika ditinggal dia pun kita harus tetep bahagia.
life must go on :)